WALIKOTA DAN DPRD KOTA BANDAR LAMPUNG DIMINTA UNTUK MENINDAK TEGAS PIHAK TDM

DOC. Pena Media

Bandar Lampung, 21 April 2022, PenaMedia. Pencemaran yang dilakukan oleh Pihak PT. Tunas Dwipa Matra, sangat membuat pihak Drg. Eravita banyak menanggung kerugian. Pihak TDM sampai hari ini tidak bergeming sama kali.

Drg. Eravita mengungkapkan, kami sudah sangat lelah, lingkungan kami sudah 13 tahun tercemari limbah oli. Kami memohon kepada Ibu walikota, untuk membantu menyikapi persoalan saya ini. Saya sudah tak tau mau bilang apalagi, saya mengetuk hati Bunda untuk membantu kami.

Hari ini tanggal 21 April 2022, Ketua Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Lampung Taufik Hidayatullah,S.Pd, melakukan kordinasi dengan Diana selaku juru bicara TDM. Namun menurut Taufik pihak TDM, sampai hari ini tidak ada konfirmasi atau kejelasan sikap.

Malah terkesan mengelak dari tanggung jawab, menurut Diana ketika dikonfirmasi oleh Taufik, kami menunggu respon dari HO pusat. Menurut Diana kami belum bisa mengakui bahwa TDM melakukan pencemaran. Taufik merasa jawaban pihak TDM terkesan mengelak, bukti sudah ada 3 sumur Drg Eravita tercemar oli, pihak TDM pun sudah kelokasi.

Bukti seperti apalagi yang dibutuhkan pihak TDM. Drg. Eravita hanya menginginkan jawaban TDM bertanggung Jawab atau tidak atas persoalan ini. Namun hingga saat ini, tidak ada itikad TDM meberikan sikap secepatnya.

Taufik menambahkan Dinas PLH Kota Bandar Lampung untuk segera menindak Lanjuti,keluhan warga. Jangan dibiarkan, setahu kami Drg. Eravita sudah berkali-kali melaporkan persoalan ini, namun belum ada hasil

Menurut Noperwan selaku Dewan Pembina Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Provinsi Lampung, perusahan TDM ini tidak bisa dibiarkan terus beroprasional jika tidak bertanggung jawab seperti ini. Butuh ketegasan pihak pemerintah dalam menyikapi persoalan ini. DPRD Kota Bandar Lampung dan Walikota Bandar Lampung, mesti turun membantu Drg. Eravita., Sebagai Lembaga saya meminta DPRD Kota Bandar Lampung bekerja sebagai mana tupksinya sebagai wakil rakyat dan Walikota sebagai pengambil kebijakan. Tutup Noperwan. (MACHO)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai