WALIKOTA DIANGGAP TIDAK MAMPU MENINGKATKAN PEREKONOMIAN BANDAR LAMPUNG

Doc. Pena Media

Bandar Lampung, 24 Mei 2022, Pena Media. Beberapa hari lagi, kegiatan HUT APEKSI KE 22 akan dihelat dikota Bandar Lampung, banner dan baliho bahkan bilboard sudah terpasang meramaikan kegiatan tersebut. Memang Bandar Lampung saat ini menjadi kota pilihan dihelatnya kegiatan-kegiatan bersekala nasional,belum lama juga muktamar NU dihelat dikota ini.

Memang diakui Bandar Lampung, merupakan daerah stategis yang berada di pintu gerbang sumatera. Potensi Alam yang luar biasa memang menjadikan kota Bandar Lampung, menjadikan kota yang menjadi tujuan para wisatawan domestik maupun luar negeri.

“Pertanyaan sejauh apa dampak dari kegiatan-kegiatan tersebut bagi masyarakat Bandar Lampung, dan seberapa banyak Uang masyarakat bandar Lampung terpakai untuk kegiatan tersebut”.

Namun dibalik hiruk pikuk aktivitas di Bandar Lampung yang luar biasa tersebut, Noperwan Ab, Pembina Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Provinsi Lampung, menilai sesungguhnya walikota telah gagal dalam meningkatkan ekonomi Bandar Lampung,selama beliau menjabat. Namun Walikota Bandar Lampung memang spesalis mengadakan kegiatan yang selalu sukses. “Ya itu nilai plusnya walau minesnya banyak juga”.

Menurut Noperwan berdasarkan data statistik tingkat kemiskinan di Bandar Lampung meningkat hingga mencapai 9,11 persen di tahun 2021, apalagi di 2022 ini saya yakin makin meningkat. Mengapa saya yakin ?, Saya ini mengamati kebijakan pemerintah kota dari sebelum Bunda Eva menjabat walikota. Hari ini saya belum melihat kebijakan atau terobosan program peningkatan ekonomi rakyat.

Gampang saja kita melihat kesuksesan seorang walikota dalam meningkatkan ekonomi, yang jelas tingkat pengangguran menurun dan harga-harga kebutuhan masyarakat stabil, dan pendapatan per kapita meningkat. Hari ini kalau apa yang saya sampaikan salah, bisa ditanya masyarakat Kota Bandar Lampung, apa keluhan mereka.

Bisa juga kita lihat fenomena di jalan-jalan, banyak gelandangan membawa gerobak bertebaran membuat pemandangan kota menjadi kumuh, ditambah dengan manusia silver dan anjal dan pedagang asongan di setiap lampu merah, ini bukti lemahnya pengawasan dan pembinaan pemerintah kota serta membuktikan tingkat kemiskinan dikota ini meningkat. Ujar Noperwan

Keadaan ini diperparah dengan, pemerintah kota sering menunggak gaji dan insentif tenaga honor, RT dan lain-lainnya, ini sudah menjadi rahasia umum, Bahkan insentif nakes dan gurupun sering terlambat. Dengan dicopotnya kadis kesehatan beberapa bulan yang lalu karena insentif nakes yang terlambat itu merupakan bukti, bahwa pemerintah kota terindikasi tidak mampu mengelola anggaran apalagi meningkatkan ekonomi rakyatnya.

Kebijakan-kebijakan pemerintah kota banyak tidak tepat sasaran dan terkesan menghambur-hamburkan anggaran dan terkesan kebijakan politis saja. Semestinya walikota paham bahwa kebutuhan masyarakat adalah program yang bisa meningkatkan ekonomi. Dengan potensi alam dan geografis yang melimpah dikota Bandar Lampung, semestinya walikota mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Persoalan kota bandar Lampung sangat komplek, dibutuhkan pemimpin yang mumpuni dan cerdas dalam mengelola pemerintahan serta butuh pemimpin yang peka terhadap keluhan warganya. Tutup Noperwan. ( Macho)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai