
Bandar Lampung, 11 Juni 2022, Pena Media. Nampaknya ketegangan antara BPPRD Kota Bandar Lampung dan Ormas Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan semakin hangat dibicarakan di Ruang Publik. Lontar argumentasi melalui mediapun semakin keras dan masing-masing pihak merasa benar.
Hari Sabtu, 11 Juni 2022, pukul 10.00 wib awak media mencari informasi & fakta dilapangan agar informasi tidak simpang siur, yang jelas menyesatkan publik. Ditemui dikediamannya di RT 11 LK 1 jalan nakib 1, awak media Mewawancarai seorang warga yang merupakan pengurus rukun kematian masjid setempat, Nurholis (40 tahun) .
Nurholis mengatakan, kejadian dikantor Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan itu diketahui banyak warga, karena warga disini ramai, ujar Nurholis. Warga berkumpul karena orang tersebut datang dan terdengar berteriak-teriak seperti menantang, dan terdengar seperti memecahkan benda, sontak keributan itu mengundang warga mas, ujar Nurholis kepada awak media.
Tak cukup sampai disana mas, orang itu terlihat linglung seperti orang mabuk, dan kata-katanya tidak berarturan. Sudah disuruh pergi sama Hanif, malah dia menarik baju Hanif sampai robek,ujar Nurholis.
Ketika awak media bertanya infonya oknum di keroyok oknum LSM, Nurholis pun tidak membenarkan, setahu saya kata Nurholis, dia itu menantang Hanif untuk ikut bersamanya naik motor, Hanif ikut naik motornya, lalu mereka jatuh ditikungan. Mungkin itu mungkin yang menyebabkan mungkin ada memar. Ujar Nurholis
Kemudian awak media jauh lebih dalam menanyakan lagi, menurut informasi ada pemukulan. kata Nurholis, nah kalau itu saya tidak mengetahui jelas, namanya warga ramai, tapi menurut saya wajar saja kalau warga sedikit emosi karena orang itu mengganggu kenyamanan warga. Keluarga Noperwan itu orang baik…setau saya kakak-kakaknya pejabat,jadi kalau berbuat diluar kewajaran sepertinya jauh dari mungkin. Ujar Nurholis ke awak media.
Karena berita ini cukup memanas, awak media terus mencari informasi akurat, kemudian kami menuju kediaman andison salah satu tokoh masyarakat dan pamong setempat, ketika awak media bertanya …menurutnya kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, orang tersebut merobek-robek bajunya seperti orang sedang mabuk atau agak gila sambil berteriak-teriak dan memecahkan benda, menantang-nantang, jadi wajar warga datang dan ya sedikit tersulut emosi. ujar adison.
Wajar, itukan bukan kantor saja, itu rumah tokoh kami, orang baik mereka itu. Orang-orang disini banyak dibantu mereka, tidak sombong, sumpah demi Allah mas, saya GK mengada-ngada, ujar andison. Coba lihat mas motor orang tersebut, saya amankan, sepertinya bukan motor orang baik ini mas, suruh pihak kepolisian memeriksa. platnya sepertinya palsu…dulu plat ini cuma punya si nover. saya rasa sih beliau ini kayaknya suruhan untuk menjebak nover. Plat nover itu plat mobil setahu saya dulu, bukan motor, jadi saya duga ini orang tidak benar. Kalaupun ada pemberitaan dia dianiyaya, saya rasa biasa mas, namanya orang cari-cari. Toh saksinya banyak mas, satu kampung. Ujar andison


Ketika dihubungi melalu ponsel sore tadi pukul 19.30 WIB, pembina Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Lampung Noverwan menanggapi berkaitan dengan pemberitaan dari Kadis BPPRD Kota Bandar Lampung, beliau menanggapi dengan santai.
Wajar orang kalau merasa ada salah segala cara dihalalkan, tuding, tuduh dan fitnah itu biasa bagi saya. Berkenaan keabsahan Forum Lintas Peduli Pembangunan provinsi Lampung Pak Yanwardi itu sudah kenal saya dari zaman kyai Oedin (sapaan akrab Gubernur Lampung terdahulu), LSM saya ini saya buat dari jaman kyai Oedin, masa dia menyangkal. Saya kenal dia itu di keuangan provinsi sebelum jadi Kepala BPRD Kota Bandar Lampung 10 tahun yang lalu, setelah itu saya tidak pernah kontak lagi, bahkan nomer saya diblokir, ntah dosa apa saya sama dia. Ujar Noperwan
Kemudian ada perkataan yang menuduh orang tidak baik, ya walaupun perkataan tersebut untuk siapa, tapi menurut saya sebagai pejabat/kadis kurang elok berkata demikian. Ujar Noperwan
Kemudian Noperwan menjelaskan, LSM itu Lembaga Swadaya Masyarakat, tugasnya menjadi alat kontrol dan penyeimbang. LSM itu urat nadinya masyarakat, menyuarakan hal-hal yang dianggap menyimpang. Kalau ada LSM menyurati adanya dugaan penyimpangan disebuah lembaga, jangan direspon berlebihan, ditanggapi saja dengan bijak, kalau tidak merasa melakukan ya dijawab baik. Ujar Noperwan
Bukan malah menyuruh oknum, untuk kasih uang bahkan datang kekantor sambil memprovokasi dan merusak serta melakukan kekerasan. Siapa yang gak marah, dan teriak maling, coba mas seandainya ada orang tidak jelas, marah-marah lalu merobek-robek baju sendiri dan teriak-teriak, apa yang ada didalam pikiran mas, pasti kalau tidak orang gila atau orang mabuk. Kira-kira kata-katanya bisa dipercaya tidak. Coba tes urinenya, siapa tau dia pake narkoba. Ujar noperwan
LSM itu tugasnya melaporkan, mengingatkan dan mengontrol. Loh OPD itu mengelola dana rakyat loh, LSM itu mitra pemerintah, mitra kok di pojokan di fitnah, inikan lucu. Jangan cari-cari kesalahan orang lain, dengan menimbulkan masalah lain. Kalau memang tidak melakukan jangan marah, apalagi koar-koar dimedia kami tidak korupsi. Kalau maling ngaku, rame penjara mas, ujar Noperwan.
Nah, sekarang tugas lembaga Hukum nih, punya peran. Itu pak yanwardi sudah menantang ingin diperiksa, yuk inspektorat, BPK, Polda, dan Kejati ditunggu sama pak kadis. Kalau LSM itu tugasnya bukan membuktikan apalagi memeriksa dan juga mengatakan salah yang punya hak itu lembaga hukum.
LSM itu bolehkan menduga/curiga, masa gak boleh, asas hukum negara kitakan, praduga tak bersalah, kalau merasa tidak bersalah jangan marah, buktikan. Diduga kok marah…Jangan-jangan benar dugaan kami benar?. Pungkas Noperwan.
Kemudian, ini kadis BPPRD Kota Bandar Lampung, terlalu sensi, sampai bahas Kesbangpol, itu sudah urusan badan lain, urus saja peningkatan pendapatan PAD kota Bandar Lampung. Saya inikan LSM dapat informasi dari bawah, ini masyarakat mengeluh masalah tarif parkir liar, Pungli pada saat mengurus BPHTB, dll, nah saya ini sebagai LSM, menyampaikan ada dugaan, wajarkan.
saran saya dan harapan saya kepada penegak hukum, bisa menilai kasus ini dengan jernih. Kami tidak memeras, seribu rupiahpun kami tidak menerima, bahkan mereka datang bawa uang 2 juta rupiah kami tolak. Jadi yang dimaksud memeras yang mana, terus dengan mau memberi 2 juta ini apa coba, publik bisa menilai, mana benar dan mana yang buat fitnah,tutup Noperwan dalam sambungan telponnya keawak media. (Macho)

Tinggalkan komentar