
Bandar Lampung, 11 Juni 2022, Pena Media. Kejadian perusakan dan Penganiyayaan di kantor Forum Lintas Peduli Pembangunan Provinsi Lampung, kian menjadi sorotan publik. Dugaan ada keterlibatan oknum pejabat BPPRD Kota Bandar Lampungpun makin menjadi obrolan dimasyarakat.
“Masyarakatpun berbisik- bisik, apa benar dugaan korupsi di BPPRD Kota Bandar Lampung benar adanya, sampai harus kirim orang suruhan untuk menyuap Forum dan menyerang kantornya. Kalau memang benar, semestinya aparat hukum bertindak dan tidak tutup mata.”
Ketika awak media, mewawancarai RT 11 LK 1 Kota Baru yang bernama andison beliau mengatakan, saya juga sempat terkejut mendengar teriakan orang tersebut seperti marah-marah, saya datang dia sudah memacahkan barang, seperti kaca dan sambil berteriak bahwa saya orang salah pejabat dikota, jangan ganggu saya pasang badan, ketika dia memecahkan seperti kaca, warga berkumpul dan situasi sudah ramai. Karena warga sudah ramai, saya amankan kendaraan beliau, ini masih dirumah saya.
Saya sebagai pamong mesti menertibkan warga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi orang tersebut, datang sendiri dan membuat keonaran dilingkungan saya, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga saya. Ujar RT setempat.
Diwawancarai di kantor Forum, Noperwan mengatakan, saya sangat kecewa dengan pihak BPPRD sampai menyuruh orang seperti ini. Kami ini hanya ingin menegakan kebenaran dan membantu aparat hukum menegak hukum berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Kalau dengan cara kekerasan dan suap yang dilakukan mereka begini kekami, sudah patut dicurigai memang benar adanya penyimpangan-penyimpangan tersebut.
Kami sudah menguasakan kasus ini kepada pengacara kami, Fahrorozi.SH.,Deni Sanca, SH. Dan Rekan. kami juga sudah berkomunikasi, hasil dari komunikasi kami, semestinya Walikota menyikapi kelakuan anak buahnya, yang diduga melakukan kekerasan untuk menutupi borok di BPPRD Kota Bandar Lampung. Dan saya harap DPRD Kota Bandar Lampung, merespon. Ujar noperwan
Wajar DPRD Kota Bandar Lampung merespon, tugasnya sebagai kontrol sosial. Ini bukan kasus kekerasan semata tapi ada unsur BPPRD Kota Bandar Lampung sedang berupaya menutupi boroknya. Pejabat yang menyuruh orang tersebut tidak gentel. Ujar Noperwan
Jadi wajar kalau hutang kota membengkak, Tukin tidak terbayar, Insentif RT, Kaling, Linmas dan tenaga honor tidak terbayar, karena para pejabat kota sibuk korupsi. Lembaga hukum wajib turun tangan dan memeriksa, biar bisa memberantas tindak pidana korupsi. Kalau Walikota tidak merespon kasus ini patut diduga Walikota terlibat dalam persoalan ini. Tutup Noperwan (Macho)

Tinggalkan komentar