GAWAT!!!….TIM INVISTIGASI TURUN TEMUKAN BANYAK RUMAH MAKAN TIDAK ADA TAPPING BOX NAMUN PAJAK TETAP DIPUNGUT TEMPAT TIDAK DISEGEL

DOC. Pena Media

Bandar Lampung, 15 Juni 2022, Pena Media.
Pernyataan kadis BPPRD yang menyatakan pihak mereka tidak melakukan parktik pungli dan dugaan korupsi, disalah satu media online. Membuat Beberapa LSM dan media di Bandar Lampung membentuk TIM Investigasi Pencari Bukti dan Data.

Hari Ini 15 Juni 2022 tim bergerak kebeberapa Restoran, Rumah Makan, dan Hotel yang berada di Bandar Lampung. Dari pantau investigasi oleh awak media, didapati bahwa beberapa rumah makan, resto dan hotel, belum semua menggunakan Tapping Box, namun setiap Bulan ada penagihan Pajak, yang diakui oleh pemiliknya.

TIM Investigasi

Menurut Salah satu Kasir, Salah satu Rumah Makan Di jalan Gajah Mada, kota baru Bandar Lampung. Ungkapnya, Kami ini ada 9 Cabang diBandar Lampung, Tapi hanya 2 cabang yang memiliki Tapping Box, padahal kami setiap bulan membayar pajak rutin, tapi kami hanya tau jumlah pembayarannya saja, didapatkan hasilnya jumlah pajak kami tidak tahu. Ujar Kasir tersebut.

Ditanya lebih lanjut, apakah ada Pegawai UPT sering berkunjung, ada pak yang sering kesini, mengantar bukti tagihan Pembayaran Pajak setiap bulan,Tapi saya lupa namanya. Ketika awak media bertanya apakah pembayaran lewat bank, saya datang setiap bulan ke gedung satu atap. ujar Kasir tersebut.

Ketika tim mendatangi warung Bakso yang cukup terkenal didaerah waykandis, didapati oleh tim, tidak ditemui alat Tapping Box dikasir. Ketika ditanya mengapa tidak ada Tapping Box kami tidak tau, karena kami tidak pernah dikasih Tapping Box oleh UPT stempat. hampir disemua cabang kami tidak ada Tapping Box.

Tim Investigasi

Salah satu karyawannya mengungkapkan, Dulu disaat pandemi kami tetap dipatok pajak dengan biaya tinggi, padahal konsumen kami sepi. Sampai gaji karyawan pun masih nombok, bos kami ngeluh kepada kami, kata bos kami beliau hampir tidak mampu membayar, Sedih kami mas. Ujar Karyawan tersebut.

Bahkan ketika tim mendatangi sebuah hotel di daerah Enggal, Tapping Box Resto,Hotel dan Karoke menyatu tidak terpisah. Ketika Tim investigasi bertanya lebih dalam, tampak GM hotel tersebut kebingungan dalam menjawab pertanyaan tim.

Jelas berbeda antara pajak hiburan,hotel apalagi rumah makan kata tim, sudah tentu dugaan Manipulasi pajak dihotel tersebut terjadi. Apalagi beliau terkesan kikuk dan berulang kali ingin menghubungi Pihak UPT Kecamatan Enggal atau BPPRD Kota Bandar Lampung.

Ketika Ketua tim investigasi Gabungan LSM dan Media, Bung ABE diwawancarai di lokasi, beliau mengatakan, kami sudah mengumpulkan puluhan bukti, bahwa ada dugaan pungli dan penggelapan pajak rumah makan dan Hotel bermasalah.

Mengapa ?…..karena banyak rumah makan tidak memiliki Tapping Box, sedangkan untuk menentukan jumlah pajak yang disetorkan, itu berdasarkan data dari Tapping box. Nah, dari mana angka pajak selama ini mereka tetapkan di rumah-rumah makan tersebut?…jadi pertanyaan kami, apakah jumlah uang pajak yang mereka tarik,sudah sesuai peraturan dan undang-undang, jika tidak ada alat Tapping box tersebut. Ujar Bung ABE

Apalagi banyak dari pemilik usaha rumah makan, mengatakan pada saat pandemi juga pihak BPPRD mematok sejumlah uang kepada sejumlah pengusaha tanpa dasar,dengan alasan menegakkan perarturan. Dari hal ini saja, kita sudah patut menduga banyak permainan kotor oknum BPPRD Kota Bandar Lampung dilapangan yang jelas merugikan pengusaha dan tentunya PAD Kota Bandar Lampung, Ujar ABE.

Senada dengan Ketua Tim Investigasi, Pembina Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Provinsi Lampung, Noperwan AB. Mengatakan, saya sangat mengapresiasi kinerja kawan-kawan Tim dilapangan, dalam mendalami dan menginvestigasi kasus dugaan pungli dan manipulasi pajak oleh pihak BPPRD Kota Bandar Lampung.

Bukti dugaan pungli sudah ditangan kami, kami hanya ingin ekonomi kota ini sehat, RT-RT terbayar, tenaga honor bayar, Tukin terbayar, kami ini hanya ingin masyarakat Bahagia, apakah salah kalau kami ingin berbuat baik. Maka kami melakukan dengan sukarela tanpa bayaran dalam melakukan investigasi lapangan, sekaligus membuktikan perkataan bapak kepala dinas yang terhormat, bapak Yanwardi, bahwa mereka tidak melakukan perbuatan pungli, manipulasi dan korupsi. Ujar Noperwan.

Mengapa ekonomi kota terpuruk, karena salah urus, dan banyak oknum bermain kotor menggunakan dana rakyat. Kami akan terus berjuang hingga masalah ini tuntas, kami hanya ingin membuktikan, bahwa kami bukan ingin memeras. Fungsi kami adalah sebagai alat kontrol sosial terhadap lembaga pemerintah, dan ini sudah kami lakukan dengan swadaya. Tutup Noperwan, (Macho)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai