
Bandar Lampung, 18 Juni 2022, Pena Media.
Polemik Panjang antara Dua Lembaga Pemerintah dan LSM belakangan ini menjadi isu hangat dipublik, dan makin menjadi perbincangan menarik. Bagaimana tidak menjadi pembicaraan panjang, sikap adu kuat dan saling lapor mewarnai pertikaian kedua lembaga. Semestinya kedua lembaga tersebut bisa saling bersinergi dan bermitra, jika kedua belah pihak bisa saling berdiskusi lunak.
Banyak pihak menyayangkan persoalan ini, karena kedua Elemen Lembaga ini jika bekerjasama Positif, setidaknya bisa saling berkontribusi terhadap pembangunan Dikota Bandar Lampung tercinta ini. Seharusnya Walikota ataupun DPRD Kota Bandar Lampung ikut serta dalam mendinginkan suasana yang sedang panas dikedua Lembaga.
Pertikaian kedua lembaga ini pun, menarik berbagai komentar dari semua golongan dan lapisan masyarakat baik yang pro dan kontra. Belum lama ini, disalah satu media online memberitakan tanggapan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila) Dr. Dedy Hermawan, M.Si. yang berkomentar, keberadaan organisasi masyarakat atau LSM bersama pemerintah harus sesuai dengan koridor.
Pemerintah yang memiliki tugas dalam menganggarkan dan menjalankan kegiatan berdasarkan aturan. Pemerintah harus dapat menyikapi partisipasi masyarakat sipil maupun LSM, sebagai fungsi kontrol sosial.
Pandang seorang akademisi tersebut bisa menjadi refrensi bagi kedua belah pihak, agar bisa sama-sama legowo dan menerima bahwa persoalan ini ada persoalan mis komunikasi saja. Semestinya kedua lembaga tersebut bisa saling asah, asih dan asuh dalam menjalankan aktifitas kelambagaannya. Bukan saling tuding dan saling meniadakan diantara kedua belah pihak.
Ketika dikonfirmasi melalui ponsel, Pembina Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Lampung, Noperwan AB, berkomentar, kami itu tidak pernah mengajak bermusuhan siapapun itu. Jika kami menyurati, apalagi kami menyampaikan keritik,saran dan masukan, itu bagian tupoksi kami sebagai LSM.
Semestinya Surat kami tersebut, dibalas dengan tanggap surat klarifikasi atau kami diundang untuk berdialog, bukan kami dituding apalagi kami difitnah seperti saat ini. Siapa yang tidak mengeras dan marah jika diperlakukan demikian, ujar Noperwan.
Lembaga Pemerintah inikan Induk dari LSM, Media ataupun Organisasi-organisasi kemasyarakatan, semestinya memberikan contoh yang mendidik kepada masyarakat, tidak semua ditanggapi dengan arogan. Jangan pertontonkan kelemahan kita dengan menutupi dengan segala upaya seperti provokasi. Bicara baik-baikkan bisa tidak mesti memojokan apalagi merendahkan martabat kami sebagai LSM,Pungkas Noperwan.
Sekedar usul saran mungkin kritik, semestinya para pejabat publik bisa lebih bijak lagi dalam bersikap. Jangan merasa punya kekuasaan dan uang, bisa semena-mena apalagi merendahkan martabat rekan-rekan LSM.
Kami bagaikan semut merah kecil tapi sakit jika menggit, apalagi kalau LSM kompak, gajah besar juga bisa tumbang. Namun jika semut-semut ini diperdayakan untuk sama-sama diajak berdiskusi,merencanakan dan juga diikut sertakan dalam setiap pembangunan dikota ini,saling berkolaborasi,maka kekuatan ini menjadi kekuatan yang dasyat dan hebat. Jadi jangan remehkan semut-semut kecil ini, tutup Noperwan disambungan selulernya. (Macho)

Tinggalkan komentar