
Bandar Lampung, 27 Desember 2022. Pena Media Lampung. Cafe Sans Point, semakin meresahkan. Nampaknya keberadaan cafe Sans Point di jalan gajah Mada semakin menghiraukan masyarakat. Kejadian pada Minggu dini hari,tanggal 25 Desember 2022, menjadi insiden yang menjadi puncak masalah dari keberadaan cafe tersebut.

Menurut keterangan ketua Forkomada sekaligus sekertaris Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Lampung, M Hanif, cafe Sans Point ini sudah sangat meresahkan, setiap malam tempat ajang muda mudi mabok-mabok dan melakukan aktifitas yang diluar kewajaran.
Masyarakat disini sudah sangat terganggu dengan keberadaan cafe Sans mas, ujar Hanif. Minggu subuh ya sekitar jam 1, terjadi kericuhan yang diduga akibat pengaruh alkohol/miras. Baku hantam tak terelakan, sampai mengundang kerumun warga, sehingga aparat hukum sampai turun membubarkan.
Setahu kami cafe Sans itu bukan bar apalagi diskotik, ini yang patut kami pertanyakan kepada pemerintah kota dalam hal ini perijinan. Kenapa cafe Sans bisa menjual miras dan menjadi diskotik dan bar. Ungkap Hanif
Kejadian Minggu subuh menjadi alasan yang tepat bagi pemerintah untuk mengevaluasi ijin cafe tersebut, apalagi sudah sangat meresahkan. apalagi akibat kejadian malam itu hampir timbul korban jiwa, jika ini dibiarkan maka dikhawatirkan kejadian tersebut akan terulang dan bisa menimbulkan korban.
Saya meminta kepada DPRD Kota Bandar Lampung, Walikota,dinas terkait dan aparat hukum tidak tinggal diam, harus ditindak bahkan ditutup. Senada dengan Hanif Pembina Forum Noperwan AB. Pun. Berkomentar yang sama, beliau meminta pemerintah menindaklanjuti laporan warga dan jangan ragu-ragu menutupnya. tutup Noperwan. (Macho)

Tinggalkan komentar