
Bandar Lampung, 13 Januari 2023, Pena Media Lampung. Ramainya pemberitaan adanya banyak penyimpangan penggunaan anggaran publik pada pemerintah daerah, mengundang reaksi dari beberapa elemen ormas, seperti ormas Komite Transparansi Publik (KIRAP), melalui ketua umumnya Suharto Balaw Putra.
Menurut Bung Ato sapaan akrab dari ketua KIRAP, beliau mengatakan saya sudah sampaikan kepada seluruh anggota saya untuk terus memantau dan mengawasi seluruh pemerintah daerah dilampung baik Gubernur maupun Bupati atau walikota, dalam membuat dan menjalankan kebijakan yang menggunakan anggaran publik, kalau ada temuan laporkan.
Kita harus mengawasi agar Lampung ini bersih dari parktek-praktek korupsi. Kami juga menemukan beberapa indikasi pemerintah daerah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran administrasi dalam mengelola anggaran daerahnya.
Contoh ada beberapa daerah terindikasi melakukan tindakan kecurangan, dengan pembelanjaan daerah yang berlebihan padahal PADnya tidak sebanyak yang dibelanjakan, akhirnya banyak orang dirugikan, dimulai dari rekanan, staf honor bahkan sampai RT dirugikan uang mereka ditunda bahkan sampai tidak terbayar bertahun-tahun. Tapi hebatnya acara-acara seperti mengundang artis sampai dai terkenal bisa, jalan sehat pun hadiah besarpun bisa, “luar biasa”. Ujar Bung Ato
Saya itu tidak habis pikir, mengapa lembaga hukum tidak mampu menyentuhnya, apa yang ditakutkan. Ini bukan sekedar isu lagi tapi sudah menjadi kenyataan bertahun-tahun, dan sudah menjadi rahasia umum atau jangan-jangan lembaga hukum melempem karena ikut diarena permainan, “mungkin ya”, ungkap Bung Ato.
Saya ini kepengen sekali bersama Kejati, Polda Lampung,BPK bahkan KPK nengok-nengok dan memantau sedikitlah, jalannya kebijakan pemerintah daerah dilampung. Masa sudah banyak rakyat teriak tidak ada respon sama sekali, kan ada penyidik dan bila perlu intel-intelnya turun tuk mengintip pekerjaan pemda-pemda tersebut.
Saya juga sudah membuka komunikasi dengan kerabat saya dikemdagri yakni Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw. Ya, saya sampaikan keprihatinan saya tentang kondisi dilampung. Saya sampaikan setiap persoalan-persoalan yang terjadi, baik yang saya rasakan atau dari laporan tim saya dilapangan. Beliau juga berharap Lampung bersih dari korupsi, wajar beliau putra asal Lampung, kalau Lampung masalah pasti sedih juga. Ungkap Bung Ato
Saya itu prihatin melihat situasi dilapangan, mendengar keluhan rekan-rekan pengusaha mengeluh pekerjaannya belum dibayar dengan alasan begini begitu. Jadi heran,padahal daerah bisa terbangun karena keterlibatan para pengusaha, coba kalau tidak ada bagaimana. Guru honorer insentif tidak turun, gimana mau kasih makan keluarga coba. Kacau negara kalau pemimpin daerah tidak empati bahkan cendrung oligarki.
Saya mengajak semua elemen bisa bergandengan tangan agar provinsi Lampung ini jadi bersih dari prilaku korupsi. Yuk, lembaga hukum turun bersama kami mengawasi,kalau ada yang melanggar tangkap jangan tutup mata saja, kasihan rakyat ni kalo diteruskan. Tutup Bung Ato ( Macho)

Tinggalkan komentar