KASDA KOTA BANDAR LAMPUNG MENJADI SOROTAN BANYAK PIHAK, WALIKOTA DIMINTA BERHATI-HATI

Doc. Pena Media Lampung

Bandar Lampung,18 Januari 2023, Pena Media Lampung. Belum lama ini hangat dipemberitaan, berkaitan dengan pemindahan Kas Kota Bandar Lampung dari Bank Daerah Ke Bank BNI. Banyak rumor tentang spekulasi Pemkot memindahkan Kasnya keBank BNI, ada yang menduga ada konflik antara Walikota dan Bank daerah, ada juga rumor walikota ingin mencari keuntungan dan sebagainya. Entah mana yang benar, masyarakat memang sangat ingin tahu, sehingga menduga-duga.

Tak ketinggalan Ketua Umum KIRAP Lampung Suharto Balaw Putra atau dikenal dengan sapaan (ATO) yang merupakan kerabat dekat Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw, ikut berkomentar. Melalui sambungan telpon, ” saya sebenarnya menyayangkan jika Kasda dipindahkan ke BNI”, ini sama saja membuat Bank daerah kerdil, dengan Kasda berada tetap di bank daerah bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah. Ujar Bung Ato

Saya tidak mau berspekulasi alasan Bunda Eva sebagai walikota memindahkan kasdanya, yang jelas mungkin sudah banyak pertimbangan, namun saya sebagai masyarakat Bandar Lampung sekaligus Ketua Komite transparasi Publik (KIRAP), menginginkan Walikota bisa transparan menyampaikan kepublik pertimbangan memindahkan kas ke bank Nasional, agar tidak menjadi rumor negatif. Ujar Bung Ato

Ketika awak media bertanya tentang rumor bahwa alasan Walikota memindahkan kasda untuk mencari keuntungan belaka, Bung Ato menjawab dengan sedikit terkejut, waduh masalah tersebut saya tidak bisa berspekulasi, ya bisa mungkin bisa tidak, tapi yang jelas BNI pasti menawarkan kerjasama yang bagus, “mungkin ya”… Bentuknya apa timbal baliknya hanya mereka yang tau, ujar Bung Ato.

Tapi saya menyarankan ke Pemkot Bandar Lampung, untuk mulai bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran publik, karena tim lapangan kami menemukan sejumlah indikasi Pemkot Bandar Lampung melakukan Mal administrasi dalam pengelolaan anggaran daerahnya.

Saya berharap Pemkot Bandar Lampung bisa melunasi segala hutang-hutangnya, karena ini bisa menghambat pembangunan daerah, dan ekonomi Bandar Lampung bisa terpuruk. Kemudian Bapeda harus mampu merasionalkan anggaran belanja daerah, jangan belanja tidak sesuai anggaran yang ada, ini saran loh.

Namanya bangkai lama-lama baunya tercium kemana-mana. Agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, Walikota segera memperbaiki managemen keuangan daerah yang sekarang tampak carut marut. Bila perlu pembangunan dinolkan dulu, fokus bayar hutang. Kurangi kegiatan hura-hura juga. Saya ini banyak dapat masukan baik dari tim maupun masyarakat, saran saya Hati-hati dalam menggunakan anggaran publik. Tutup Bung Ato. (Macho)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai