
Bandar Lampung, 18 Januari 2023. Pena Media Lampung. Pembangunan kota diBandar Lampung, belakangan ini terkesan dipaksakan. Terbukti dengan hutang kota semakin menumpuk, dan banyak sektor terlambat bayar bahkan gagal bayar. Sehingga membuat keadaan ekonomi Kota Bandar Lampung kian terpuruk.
Tokoh Lampung sekaligus mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung Periode 2014 s.d 2019,dan Ketum Laskar Lampung Ir. Nero Kunang angkat bicara. Menurut beliau, terjadinya hutang yang numpuk di Bandar Lampung, dikarena banyak kegiatan yang bersifat seremonial dan terindikasi banyak dihamburkan untuk kepenting politik Walikota.
Bapeda Kota Bandar Lampung dalam hal ini seharusnya paling bertanggung jawab terhadap perencana belanja Kota Bandar Lampung, seharusnya Bapeda bisa kasih masukan ke walikota, agar beban belanja daerah tidak membengkak, sehingga mengakibatkan kelalaian Pemkot dalam pembayaran baik tenaga honorer, Tukin, rekanan dan pembiayaan lainnya. Ujar Ir. Nero Kunang.
DPRD Kota Bandar Lampungpun tak luput dari keritik Ketua Umum Laskar Lampung ini, menurutnya DPRD Kota Bandar Lampung terkesan Mandul, karena fungsi pengawasannya tidak berjalan dengan baik, kalau baik pengawasan DPRD Kota Bandar Lampung terhadap Pemkot tidak mungkin anggaran Kota Bandar Lampung seolah-olah Divisit seperti beberapa tahun belakangan ini.
Persoalan pengelolaan anggaran kota Ini pasti diakibatkan perencanaan yang tidak matang dan pengawasan DPRD Kota Bandar Lampung kurang Baik. Saya sebagai putra daerah sangat malu, jika Kota Bandar Lampung nanti bisa bangkrut akibat salah urus dalam pengelolaan anggaran daerah.
Saya juga meminta semua pihak untuk ikut mengontrol dan mengawasi pengelolaan anggaran daerah dikota Bandar Lampung. Ini uang rakyat bukan uang walikota atau DPRD Kota Bandar Lampung, kalau salah penggunaan maka rakyat yang dirugikan. Ujar Ir. Nero Kunang.
Ketika awak media bertanya masalah rencana Walikota memindahkan Kasda dari Bank Daerah Ke BNI, respon dari Ir. Nero Kunang, beliau mengatakan jangan konyol, seharusnya kepala daerah mendukung bank Daerah. Sehingga Bank Daerah bisa besar dan bisa memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.
Jika Kasda ditarik dari bank daerah maka bank daerah akan terpuruk, jadi kepala daerah percuma membuat Bank Daerah, kalau kepala daerahnya tidak mendukung dan mensukseskan Bank Daerah. Menurut saya walikota semestinya berfikir tentang meningkatkan potensi pemasukan daerah, bukan mikirin mindahin Kasda ke bank lain. Ujarnya
Saya ini prihatin, makanya saya mengkritik biar pada melek. Mestinya walikota menolkan dulu pembangunan, lebih baik selesaikan tanggung jawab. Saya dengar tahun 2023 ini Kota Bandar Lampung akan belanja jor-joran, saya ngeri…utang-utang kemaren-kemaren saja belum terbayar sudah membuka celah utang baru.
Saya khawatir Jangan-jangan sampai habis jabatan Walikota akan meninggal hutang yang banyak. Ini kerja BAPEDA dan DPRD Kota Bandar Lampung patut dipertanyakan, atau memang sudah kongkalikong dan main mata. Ujar Ir. Nero Kunang. (Macho)

Tinggalkan komentar